Dikutip dari buku Pencemaran Udara dan Emisi Gas Rumah Kaca oleh Saidal Siburian, MM, MMar,
pencemaran udara dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan yaitu pencemaran primer dan pencemaran sekunder.
Pencemaran primer adalah zat polutan yang timbul secara langsung dari sumber pencemaran udara,
sedangkan pencemaran sekunder adalah substansi polutan yang terbentuk atas reaksi polutan primer.
Pengertian lainnya dikemukakan Chambers, pencemaran udara adalah bertambahnya bahan atau substrat fisik
atau kimia ke udara lingkungan normal dalam jumlah tertentu.
Dalam hal ini, jumlah polutan dapat dideteksi, diukur, dan dihitung manusia serta mampu
memberikan efek tidak hanya pada manusia, tetapi juga binatang dan vegetasi.
Penyebab Pencemaran Udara
Pembangunan yang berkembang pesat saat ini, khususnya dalam industri dan teknologi,
telah menyebabkan pencemaran udara. Dikutip dari laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
dalam arsip artikelnya, telah merangkum beberapa penyebab utama pencemaran udara tertinggi yaitu:
1. Pertumbuhan sektor industri
Salah satu penyebab meningkatnya pencemaran udara di negara berkembang adalah urbanisasi
dan industrialisasi yang tumbuh cepat tanpa diiringi pengendalian pencemaran yang memadai.
Kegiatan industrialisasi dikategorikan mencemari udara karena sebagian besar
kegiatan masih menggunakan bahan bakar fosil, contohnya pembangkit listrik atau peralatan pabrik.
2. Emisi kendaraan bermotor
Kegiatan transportasi memberikan kontribusi polutan tertinggi di kota-kota besar.
Emisi kendaraan bermotor keluar melalui knalpot yang mengandung senyawa kimia bahaya
hasil dari proses pembakaran bahan bakar. Adapun senyawa bahaya itu di antaranya karbondioksida,
karbonmonoksida, nitrogen oksida, sulfur dioksida, dan partikel mikro timbal.
3. Asap pembakaran hutan
Di Indonesia sendiri, kebakaran hutan telah menjadi penyumbang tahunan atas pencemaran udara
di beberapa provinsi seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara,
Jambi, Riau, hingga Lampung. Dari berbagai laporan, asap pekat yang dihasilkan dari pembakaran hutan
dapat menyebabkan beberapa penyakit saluran pernafasan seperti asma, bronkitis, hingga pneumonia.
Pencemaran udara sangat erat dengan kondisi di kota-kota besar. Pencemaran udara telah berdampak bagi kehidupan manusia, tidak hanya dalam aspek kesehatan, tetapi juga aspek keamanan lingkungan karena menurunnya kemampuan penglihatan jarak jauh.
Menurut Dr. Budiman Chandra dalam buku Pengantar Kesehatan Lingkungan, terdapat beberapa dampak atau efek
yang terasa di berbagai bidang kehidupan. Dampak tersebut di antaranya:
1. Efek terhadap ekosistem
Salah satu zat yang dilepaskan akibat dari pembakaran bahan bakar fosil adalah oksida sulfat.
Ketika zat tersebut bereaksi dengan air hujan, maka akan membentuk asam sulfat yang membuat hujan asam.
Apabila keadaan ini berlangsung cukup lama, maka ekosistem pH perairan akan menjadi asam
dan menyebabkan produktivitas ikan menurun.
2. Efek terhadap kesehatan
Dampak pada kesehatan manusia dapat terasa secara cepat atau lambat.
Beberapa penyakit atau infeksi saluran pernafasan muncul karena kekurangan zat oksigen dalam tubuh.
Adapun penyakit yang bisa terjadi akibat pencemaran udara di antaranya bronkitis kronis,
kanker paru-paru, silikosis, asma, dan eksema.
3. Efek terhadap tumbuhan dan hewan
Tumbuh-tumbuhan sangat sensitif dengan gas sulfur dioksida, florin, ozon hidrokarbon, dan karbondioksida.
Ketika pencemaran terjadi, konsentrasi zat tersebut meningkat dan menyebabkan tumbuhan layu.
Hal tersebut dapat menurunkan sumber makanan hewan-hewan herbivora.
4. Efek terhadap cuaca dan iklim
Gas karbon dioksida memiliki kecenderungan untuk menahan panas tetap berada di lapisan bawah atmosfer
sehingga terjadi efek rumah kaca. Hal tersebut membuat suhu udara menjadi panas dan gerah.
5. Efek terhadap sosial ekonomi
Pencemaran udara dapat meningkatkan biaya perawatan dan pemeliharan bangunan.
Hal ini mendorong pengeluaran ekstra untuk mengendalikan pencemaran yang terjadi.
Contoh Pencemaran Udara
Berdasarkan penjelasan di atas, beberapa contoh pencemaran udara adalah:
- Asap industri dan pembakaran bahan bakar dari pabrik
- Proses pengolahan dan pemanasan menghasilkan asap, debu, dan bau
- Pembuangan limbah cair mengeluarkan gas bau seperti H2S
- Proses kimia seperti pemurnian minyak
- Proses pembangunan gedung dan jalan menghasilkan debu
- Asap transportasi
- Bahan radioaktif dan percobaan menghasilkan partikel debu radioaktif
- Emisi dari pertambangan dan penggalian
- Pembakaran sampah

